Panduan
Ingin kuliah di Korea dari Indonesia?
Minat terhadap Korea terus meningkat di Indonesia, dan jalannya lebih terbuka daripada yang dikira banyak orang. Pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana kamu membiayainya. Berikut semua caranya, beserta dokumen dan soal bahasa.
Korea adalah tujuan studi yang sedang naik daun bagi mahasiswa Indonesia, dan sistem penerimaannya siap menyambutmu. Kebanyakan orang hanya tahu satu beasiswa. Padahal ada empat cara membiayai kuliah di Korea, dan rencana terbaik biasanya menggabungkan beberapa. Panduan ini membahas semuanya, lalu dokumen dan soal bahasa.
- Ada empat cara membayar, bukan satu: GKS, beasiswa universitas, beasiswa yayasan atau perusahaan, dan jalur biaya sendiri.
- GKS yang paling terkenal, bukan satu-satunya. Secara keseluruhan, beasiswa universitas membiayai lebih banyak mahasiswa internasional daripada GKS.
- Biaya sendiri itu realistis. Uang kuliah di universitas negeri sering sekitar USD 3.500 per tahun, ditambah beasiswa parsial dan kerja paruh waktu.
- Apostille itu mudah. Indonesia adalah negara apostille, jadi satu sertifikat menggantikan legalisasi konsuler yang panjang.
- Kamu bisa kuliah sepenuhnya dalam bahasa Inggris dengan skor bahasa Inggris alih-alih TOPIK.
- GKS dari Indonesia lewat Kedutaan Besar Korea di Jakarta, sesuai kuota Indonesia.
Bagaimana mahasiswa Indonesia sebenarnya membiayai Korea
Pikirkan dalam empat jalur. Kamu tidak hanya memilih satu; pelamar yang kuat menggabungkannya, misalnya mendaftar GKS sekaligus mengirim lamaran reguler yang membawa beasiswa universitas tersendiri.
| Jalur | Apa itu | Perlu diketahui |
|---|---|---|
| GKS | Beasiswa pemerintah Korea, dibiayai penuh | Uang kuliah, tunjangan, tiket pesawat, dan setahun belajar bahasa Korea; lewat kedutaan di Jakarta |
| Beasiswa universitas | Beasiswa dari kampus itu sendiri | KAIST, POSTECH, SNU, Yonsei, Korea University, Hanyang, SKKU dan lainnya; secara total membiayai lebih banyak mahasiswa daripada GKS |
| Yayasan dan perusahaan | Beasiswa swasta dan perusahaan | POSCO Asia Fellowship, Hyundai Chung Mong-Koo, Samsung Global Sungkyun |
| Biaya sendiri | Kamu membayar, dengan bantuan parsial | Uang kuliah universitas negeri sering sekitar USD 3.500/tahun; kerja paruh waktu dengan visa D-2 membantu |
1. GKS, beasiswa pemerintah
Global Korea Scholarship (GKS) menanggung uang kuliah, tunjangan bulanan, tiket pesawat, dan setahun belajar bahasa Korea yang dibiayai. Dari Indonesia, jenjang sarjana mendaftar lewat jalur kedutaan melalui Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta, sesuai kuota Indonesia. Kompetisinya ketat, jadi anggap ini satu dari beberapa peluang.
2. Beasiswa universitas
Inilah jalur yang paling sering dilewatkan. Universitas Korea punya pembebasan uang kuliah dan tunjangan sendiri untuk mahasiswa internasional, dan secara keseluruhan mereka membiayai lebih banyak mahasiswa internasional daripada GKS. Pilihan kuat antara lain KAIST International dan POSTECH Global di bidang sains dan teknik, Seoul National, Yonsei (termasuk Underwood International College yang berbahasa Inggris), Korea University, Hanyang, dan Sungkyunkwan. Banyak yang diberikan otomatis berdasarkan profil penerimaanmu, jadi lamaran reguler bisa langsung disertai beasiswa. Telusuri di direktori beasiswa dan panduan beasiswa penuh.
3. Beasiswa yayasan dan perusahaan
Yayasan swasta dan perusahaan juga membiayai mahasiswa internasional, sering dengan fokus tersendiri. Contohnya POSCO Asia Fellowship, beasiswa Hyundai Chung Mong-Koo, dan Samsung Global Sungkyun di SKKU. Layak dicek sesuai bidangmu.
4. Jalur biaya sendiri
Kamu tidak perlu beasiswa penuh untuk kuliah di Korea. Uang kuliah di universitas negeri sering sekitar USD 3.500 per tahun, lebih rendah dari dugaan banyak orang, sedangkan universitas swasta lebih mahal tetapi sering memberi potongan untuk mahasiswa internasional. Tambah beasiswa parsial dan kerja paruh waktu, yang diizinkan visa pelajar D-2 dalam batas tertentu, maka gelar dengan biaya sendiri pun realistis. Hitung dengan panduan biaya kuliah di Korea.
Jalur pendaftaran dari Indonesia
Gunakan salah satu atau kedua saluran: jalur kedutaan GKS, dan lamaran langsung ke universitas.
| Saluran | Cara kerjanya |
|---|---|
| Jalur kedutaan GKS | Mendaftar lewat Kedutaan Korea di Jakarta sesuai kuota Indonesia; sebutkan hingga tiga universitas; kedutaan, lalu NIIED, lalu universitas menilai kamu |
| Langsung ke universitas | Mendaftar ke penerimaan internasional tiap universitas, tempat beasiswa universitas dan yayasan diputuskan |
Pada siklus 2026, pendaftaran GKS jenjang sarjana beralih ke pengajuan online wajib melalui situs Study in Korea resmi, meski sebagian kedutaan tetap punya prosedur sendiri. Pastikan ke Kedutaan Korea di Jakarta soal cara dan waktu pengajuan.
Dokumenmu: apostille dan terjemahan
Korea memerlukan dokumen akademikmu dilegalisasi. Karena Indonesia adalah anggota sistem apostille, kamu bisa memakai satu sertifikat apostille alih-alih rantai legalisasi konsuler yang panjang, sehingga langkah ini lebih sederhana.
| Langkah | Catatan |
|---|---|
| Legalisasi | Apostille ijazah dan transkripmu melalui otoritas Indonesia yang berwenang |
| Terjemahan | Dokumen berbahasa Indonesia perlu terjemahan tersumpah ke bahasa Inggris atau Korea |
| Pastikan format | Cek apakah universitasmu meminta apostille pada dokumen asli, terjemahan, atau keduanya |
Meski jalur apostille lebih sederhana, mulailah lebih awal: terjemahan dan legalisasi tetap butuh waktu. Daftar lengkap ada di daftar dokumen pendaftaran.
Apakah kamu perlu bisa bahasa Korea?
Tidak untuk memulai. Program berbahasa Inggris meminta skor bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS, bukan TOPIK, jadi kamu bisa meraih gelar penuh dalam bahasa Inggris. Program berbahasa Korea memerlukan TOPIK, biasanya Level 3 atau lebih, saat mendaftar. GKS mencakup setahun belajar bahasa Korea yang dibiayai untuk kedua jalur. Penjelasannya ada di Kuliah di Korea dalam bahasa Inggris.
Langkah selanjutnya
- Kerjakan kuis KoreaAdmit untuk melihat program dan beasiswa yang memenuhi syarat dari Indonesia.
- Telusuri direktori beasiswa dan panduan beasiswa penuh untuk beasiswa universitas dan yayasan.
- Rencanakan jadwalmu dengan linimasa pendaftaran.
- Apostille dan terjemahkan dokumenmu lebih awal.
- Susun anggaran dengan panduan biaya kuliah di Korea.
